|
|
 |
|
Budi P. Hatees lahir dengan nama Budi P. Hutasuhut di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Menulis sajak, cerpen, esai,
novel, artikel, dan melakukan penelitian masalah sosial, budaya, dan agama rentang tahun 1980-sekarang. Sajak-sajak terkumpul
dalam antologi tunggal Narasi Sunyi (Panggung Sastra, 1992) dan Perjalanan Sunyi (Panggung Sastra, 1994) dan sejumlah antologi
bersama. Manuskrip dua buku akan terbit, Kumpulan Cerpen Negeri Tanpa Purdah (Penerbit FLP Publishing) dan Dilema Orang Lampung:
Antara Budaya Personal dan Budaya Publik (Penerbit MataKata).
Kini Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan menjadi peneliti pada Pusat Kajian Kebudayaan dan Agama. Surat-e:
budiphatees@yahoo.com.
This is the page where I'll describe myself in more detail.
|
 |
|
I might talk about how old I am, what I look like, and what I do for a living. (I'll try to be truthful!)
I might also include some information about my personal history: where I grew up, where I went to school, various places I've
lived. If I have one, I'll include a picture of myself engaging in an activity I enjoy, such as a sport or hobby.
 |
 |
|
Taking a break from work
|
What a job!
I might describe my job in a little more detail here. I'll write about what I do, what I like best about it, and even some
of the frustrations. (A job with frustrations? Hard to believe, huh?)
|
|
 |
 |
|
 |
|
Favorites
Here's a list of some of my favorite movies:
Jules and Jim, Manhattan, Breaking the Waves
Here's a list of some of my favorite music:
Nirvana, Frank Sinatra, Ibrahim Ferrer
|
 |
|
|
 |
|
|
|
|
|
Budi P. Hatees lahir dengan nama Budi P. Hutasuhut di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Menulis sajak, cerpen, esai,
novel, artikel, dan melakukan penelitian masalah sosial, budaya, dan agama rentang tahun 1980-sekarang. Sajak-sajak terkumpul
dalam antologi tunggal Narasi Sunyi (Panggung Sastra, 1992) dan Perjalanan Sunyi (Panggung Sastra, 1994) dan sejumlah antologi
bersama. Manuskrip dua buku akan terbit, Kumpulan Cerpen Negeri Tanpa Purdah (Penerbit FLP Publishing) dan Dilema Orang Lampung:
Antara Budaya Personal dan Budaya Publik (Penerbit MataKata).
Kini Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan menjadi peneliti pada Pusat Kajian Kebudayaan dan Agama. Surat-e:
budiphatees@yahoo.co
|
|
|
 |